04 Mei 2008

Seks Kristiani

Manusia diciptakan sesuai dengan jenis kelamin masing-masing dengan alat kelamin yang sesuai dengan keinginan Tuhan. Tuhan menyebutkan (kej 1 : 28) bahwa semua yang diciptakan oleh Tuhan itu indah adanya. Semuanya bagus, semuanya indah. Oleh karena itu, bahkan vagina, penis, indung telur dan rahim itu adalah indah adanya. Sudah sepatutnya kita mengucap syukur apabila lelaki bisa ereksi, bisa mimpi basah. Sama dengan wanita juga harusnya mengucap syukur karena bisa menstruasi setiap bulan. Karena semuanya itu baik adanya.

Kejadian menyebutkan seks didapatkan setelah pemberkatan (kej 1 : 28). Oleh sebab itu, sama saja seharusnya juga kita bisa merasakan seks dengan penuh ucapan syukur setelah pemberkataan (perkawinan). Sebelum diberkati, maka seks itu adalah dosa. Tidak diberkati, dan akan dihakimi oleh Tuhan (Ibrani 13 : 4)

Cinta itu dimulai dengan pengenalan, kemudian cinta kasih hingga akhirnya seks didapatkan. Tetapi akhir2 ini, seks didapatkan bahkan tanpa ada pengenalan dahulu. Seperti yang ada dalam pornografi, hanya ada seks, tanpa mau mengenal siapa yang berhubungan itu.

2 Samuel 13 : 1 – 22 disebutkan seks itu adalah kebutuhan biologis, bukan untuk mengenal. Seks seharusnya jadi sesuatu yang menyatukan manusia. Tapi dalam kisah ini amnon bahkan setelah mendapatkan seks, tidak lagi mau mengenal Tamar.

Sama seperti pornografi, hanya sebagai alat pemuas, tidak membuat kita mencintai orang yang ada didalamnya. Kita sebagai anak Tuhan harus bisa membedakan ini.

Konsekuensi pada wanita :

1. merasa diri kotor dan hina (Tamar mengotori tubuhnya dengan abu)
2. hilangnya keperawanan
3. Muncul kehamilan yang tidak diinginkan

Seks seharusnya sebagai awal untuk lebih mengenal lagi. Didapatkan setelah pemberkatan. Maka setelah pemberkatan, melakukan seks, maka ucapan pujian yang dikeluarkan. Seks adalah awal dari hubungan yang permanen. Seks tanpa cinta tidak menjamin akan tetap bersama

Konsekuensi pada pria :

1. Merasa sedih dan dukacita. Tidak senang, murung, bahkan menurunkan nilai2 kuliah
2. Setelah mendapat seks, dia merendahkan pasangannya karena merasa wanita itu gampangan.
3. Hilang kepercayaan diri bagi yang melakukannya.
4. Tapi bila sudah sering, hati nuraninya mati
5. Tidak merasakan lagi kenikmatan sebenarnya dari seks, tetapi hanya merasa bahwa seks sekedar pemuasan kebutuhan biologis.


Hari ini kita bergumul, dalam anugrah dari Yesus Kristus, seks pun termasuk sesuatu yang selalu kita gumulkan. Dalam tiap bulan, ada saat ketika muncul keinginan kuat untuk bermasturbasi. Tetapi dalam Tuhan, kita berhasil menahannya dan mengubahnya menjadi berkat dalam bentuk mimpi basah. Sama juga dengan perempuan. Kita harus bisa menahan itu semua, sampai akhirnya tiba saatnya pernikahan, kita diberkati, maka kita pun boleh mendapat anugerah indah seks yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Disinilah peran orang tua, dengan ayah dan ibu yang dekat dengan anaknya untuk membantu sang anak menjauhi dosa seksual. Malah memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berpacaran yang benar dan menikah dengan benar. Tapi pada anak yang jatuh dalam dosa seksual, biasanya adalah produk dari sebuah broken home dll. Seks itu menjadi alat untuk penghilang kesulitan instan. Dia ingin menjadi seseorang, mencari jati diri, sementara tidak sadar kalau sudah jatuh ke dalam dosa.

Apa sikap kita terhadap orang yang sudah pernah melakukan dosa seksual? Masih pantaskah untuk dicintai? Dalam 1 Korintus 13 : 7 dikatakan bahwa kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. Asalkan wanita itu menyesal, mau berubah dan mau serius dan memulai hidup yang baru, maka mari dicintai. Tetapi dalam keadaan krisis dan kesulitan, jangan hal ini dijadikan senjata kepadanya. Jangan mengungkit2 masa lalunya. Karena seharusnya kita memberikan kasih yang utuh. Jadi selesaikan dengan baik. Tetapi yang wanita juga seharusnya berkomitmen untuk melupakan masa lalunya dan benar2 berubah.

Bagaimana dengan mimpi basah? Bukankah itu membayangkan berhubungan seks dengan wanita? Bukannya itu dosa? Sebenarnya, mimpi basah itu pertama karena kantung sperma itu sudah penuh, maka sudah seharusnya dibuang. Mimpi basah itu bukan dosa. Karena tidak dalam kuasa kita untuk mengatasinya. Kita melakukannya tanpa sadar. Tuhan tidak mempermasalahkan hal itu. Justru setelah mimpi basah, seharusnya kita bersyukur karena sudah bisa menjalani kehidupan yang normal. Maka berdoalah supaya proses yang sama terulang lagi bulan depan. Yang Tuhan tidak suka bila kita berdosa sementara kita menyadarinya

Homo itu, kemungkinan disebabkan karena waktu kecil, dia menerima sebuah pengalaman pelecehan seksual, tetapi dilakukan oleh pria. Oleh karena itu, ketika dewasa, dia mengingat pengalaman itu, dan kembali mencarinya dari pria. Jadi dia tidak mencari dari wanita, karena pengalamannya dengan pria. Hal yang sama terjadi pada lesbi.

Dalam pacaran, kasih memiliki beberapa komponen. Yaitu cinta dan kemesraan. Ketika tertarik pada lawan jenis, maka yang biasanya dilihat pertama kali adalah fisik. Biasanya penilaian yang tinggi, itu memiliki kualitas. Entah secara fisik, mental, atau kerohanian. Dalam kualitas itu, kita selalu merasa ingin bersama, ingin mendekat kepadanya. Lagi dekat rasanya cepet, lagi jauh rasanya lama. Sebagai seksual being, kita punya keinginan untuk menjamah, membelai, bahkan mencium. Bahkan dalam pacaran bisa punya keinginan untuk melakukan keinginan seks. Maka sebagai anak Tuhan, kita harus bisa menjaga ini. Dalam sebuah batasan yang baik. Dalam pacaran boleh berciuman, tapi dalam batasan luas. Misalnya sudah yakin akan menikah, atau sudah dikenalkan dengan orang tua. Tapi bedakan ciuman kasih dengan ciuman yang membangkitkan rangsangan. Ciuman yang > 1 menit itu termasuk menaikkan rangsangan. Ciuman kasih, bisa dibedakan. Idealnya, pacaran itu tidak lama2. Biasanya 3 tahun cukup lah. Kalau lebih dari itu, biasanya sudah terlalu banyak yang dilakukan. Sekali lagi, keinginan seks itu ada. Maka kita sebagai anak Tuhan kita harus pintar menahan diri dan tetap berdoa. Ciuman (bibir) itu boleh, tapi dengan tanggung jawab yang besar, misalnya waktu mau nikah
Love Myspace Comments
MyNiceSpace.com

1 komentar:

Wijoyo Simanjuntak mengatakan...

ooo..jadi tau skrg..

lip kiss boleh?? hmm..setuju aja lah, hehehe